Perkawinan dalam perspektif komperatif



Konteks dan nilai budaya yang terdapat dalam suatu daerah khususnya tentang proses perkawinan yang terjadi dalam suatu ruang lingkup daerah yang masih menggunakan proses adat-istiadat (budaya) yang sebelumnya telah dilakukan oleh nenek moyang mereka terdahulu. Sehingga para generasi berikutnya mampu menerima budaya (apa yang senantiasa dilakukan oleh orang terdahulu) dari sebelum mereka. Banyak para pakar antropolog yang membandingkan hubungan perkawinan dalam banyak adat suatu keadaan budaya pada suatu daerah. Dimana setiap adat yang belum terpengaruh oleh adanya budaya asing yang masuk pada ruang lingkup mereka. Sehingga mereka tetap mempertahankan apa yang sudah biasa menjadi kebiasaan yang secara terus-menerus dilakukan oleh generasi mereka berikutnya. Hal ini masuk dalam disiplin ilmu suatu budaya dimana seseorang mampu pertahankan bahkan mampu memperkenalkan suatu adat istiadat yang telah ada sebelum dan sesudah mereka. Menjadi bahan pertimbangan untuk suatu kaum dalam ruang lingkup budaya yang mereka miliki, agar nantinya mampu untuk memberikan kontribusi yang baik dalam bidang mempertahankan serta turut memperkenalkan bahkan menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

Apakah perkawinan terdapat dalam suatu masyarakat ? banyak sekali pembanding dalam suatu perkawinan dalam suatu budaya daerah di setiap daerah (suku). Beberapa antropolog, khususnya Gough (1959) dan Goodenough, berusaha menemukan ciri-ciri yang sama untuk perkawinan-perkawinan dalam masyarakat yang berbeda-beda, sehingga dapat membedakan hal-hal yang esensial dari yang tidak esensial, dan dapat membedakan perkawinan dengan bentuk-bentuk hubungan lain yang mungkin juga diakui sah oleh masyarakat. Beberapa ahli lain, seperti Leach (1955-1971) menonjolkan perbedaan-perbedaan dalam berbagai bentuk perkawinan, unsur-unsur yang berkaitan dengan seks, ekonomi, hokum, dan politik dan terasa sia-sianya mencari definisi yang universial. 

Related Posts

0 Response to "Perkawinan dalam perspektif komperatif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel